<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Amir Abu Faqih El-Kediri</title>
	<atom:link href="http://abu0faqih.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abu0faqih.wordpress.com</link>
	<description>Ilmu dulu sebelum berkata dan berbuat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 May 2009 21:15:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='abu0faqih.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Amir Abu Faqih El-Kediri</title>
		<link>http://abu0faqih.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://abu0faqih.wordpress.com/osd.xml" title="Amir Abu Faqih El-Kediri" />
	<atom:link rel='hub' href='http://abu0faqih.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kiat menghadapi fitnah syahwat dan syubhat</title>
		<link>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/05/03/kiat-menghadapi-fitnah-syahwat-dan-syubhat/</link>
		<comments>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/05/03/kiat-menghadapi-fitnah-syahwat-dan-syubhat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 23:19:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu0faqih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Abu Faqih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abu0faqih.wordpress.com/2009/05/03/kiat-menghadapi-fitnah-syahwat-dan-syubhat/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Abu Faqih, Amirul Mu’minin El-Kediri Bismillah… Berikut ini adalah catatan ananda dari kajian bersama Ustadz Abu Isa hafidzahullah (Pengajar di Pondok Pesantren Jamilurrahman As-Salafy Yogya, sekaligus penulis buku Mutiara Faedah Kitab Tauhid, syarah beliau terhadap Kitab At-Tauhid). Sabtu 7 Juamadil Awal, pagi yang cerah di kota Yogyakarta, ananda hampir gagal berangkat ke Masjid Al-Ashri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abu0faqih.wordpress.com&amp;blog=7475172&amp;post=110&amp;subd=abu0faqih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><em>Oleh: Abu Faqih, Amirul Mu’minin El-Kediri</em></p>
<p>Bismillah…</p>
<p>Berikut ini adalah catatan ananda dari kajian bersama Ustadz Abu Isa <em>hafidzahullah </em>(Pengajar di Pondok Pesantren Jamilurrahman As-Salafy Yogya, sekaligus penulis buku Mutiara Faedah Kitab Tauhid, syarah beliau terhadap Kitab At-Tauhid).</p>
<p>Sabtu 7 Juamadil Awal, pagi yang cerah di kota Yogyakarta, ananda hampir gagal berangkat ke Masjid Al-Ashri untuk mengikuti kajian bersama Ustadz Abu Isa, Qodarullah ada bantuan dari temen ane, Abu Luqman Armudha njemput ane untuk ikut kajian di Masjid Al-Ashri. Alhamdulillah, ye… bisa berangkat ngaji… acik…ye… cayoo… ayo berangkat….</p>
<p>Eh…. Sampe sana (Masjid Al-Ashri) udah terlambat, kajian sesi pertama tinggal menyisakan waktu <span style="text-decoration:underline;">+</span> 20 menit selesaai. Tapi, ‘ala kulli hal… lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.</p>
<p>Tema yang diusung pada kajian ini adalah,”Kiat menghadapi fitnah syahwat dan syubhat” yang notabene ditujukan kepada mahasiswa yang sudah dibuai mabuk ngenet, karena pada asalnya itu yang diharapkan panitia penyelenggara kajian ini. Tapi sayang Ustadz Abu Isa kurang tahu menahu masalah internet, apa itu facebook? Apa itu ngeblog?? but…. Nasehat yang beliau sampaikan cukup lah… itung-itung bisa untuk perbekalan dalam menghadapi kerasnya dunia maya…</p>
<p>Naam…. Kajian ini dibagi menjadi 2 sesi, dan ana simpulkan ringkasanya pada setiap sesi:<span id="more-110"></span></p>
<p><strong><em>Sesi 1</em></strong></p>
<p>Pada bagian ini, Ustadz Abu Isa <em>hafidzahullah </em>mengingatkan kepada ikhwah yang hadir dalam kajian, bahwa “Hati manusia itu lemah, dan terancam dari masuknya berbagai penyakit hati” sedangkan kondisi diluar sana/disekitar kita “Sangat berbahaya bagi kesehatan hati kita, dan kita tidak terjamin akan selamat dari bahaya di luar sana” (wedew… Ustadz Abu Isa mulai serius nich..)</p>
<p>Yah… itu adalah inti dari kajian sesi pertama, nah… alhamdulillah ana sudah mencatat bagian-bagian penting yang Ustadz sebutkan, sebelum beliau menyebutkan inti dari sesi pertaman ini, diantaranya:</p>
<p><strong>Hati manusia</strong> ituh… secara <strong>umum dibagi menjadi 3</strong>, yaitu:</p>
<ol>
<li><strong>القلب الحي</strong><strong> (Al-Qolbu Al-Hayyu) </strong>itu artinya HATI YANG HIDUP / SEHAT</li>
</ol>
<p>Nah, hati yang hidup sehat ini adalah hati orang yang beriman, yang memiliki keimanan yang sempurna (gituh kata Ustadz). Karena hati ini hidup dengan sehat, maka hati yang seperti ini mampu  membedakan mana yang haq dan mana yang bathil. Maka bersinarlah hati yang seperti ini.</p>
<p>Agar punya hati yang sehat, solusinya adalah memperbanyak konsumsi ayat-ayat suci Al-Qur’an biar hati ngga timbul penyakit, apalagi kalau sampai dah ngga pernah membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an hati jadi berpenyakit, kalau ngga segera ditanggulangi, bukan hanya sakit, tapi mati (nangudzu billah)</p>
<ol>
<li><strong>القلب المريض</strong><strong> (Al-Qolbu Al-Maridh) </strong>adalah HATI YANG SAKIT</li>
</ol>
<p>Kalau hati yang sakit ini, adalah hati yang tercampur didalamnya amal ketaatan dan juga kedurhakaan (maksiat-pent). Nah, kalau sudah begini, hatinya ngga bercahaya, tapi bisa diumpamakan dengan cahaya yang bercampur kabut, mata jadi sulit untuk membedakan mana yang haq dan mana yang bathil.</p>
<p>Nah kalau kurang baca ayat-ayat suci Al-Qur’an, maka kurang pula benteng terhadap hati kita terhadap segala penyakit hati yang menyambar-nyambar. Karena seperti yang dijelaskan oleh Ustadz Abu Isa pada jenis hati yang pertama, bahwa Al-Qur’an itu bisa menjadi obat bagi hati, sebagaimana firman Allah Ta’ala dan surah Al-Isro’ ayat 82 yang berbunyi:</p>
<p>“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman,…”</p>
<p>Jadi… semakin sering mentadabburi ayat-ayat suci Al-Qur’an, hati kita jadi semakin bugar… bisa jadi membentuk antibodi yang membentengi hati kita dari segala penyakit…keren ya nasehat ustadz….</p>
<ol>
<li><strong>القلب المييت</strong><strong> (Al-Qolbu Al-Mayyit)</strong> adalah HATI YANG MATI</li>
</ol>
<p>Nah kalau yang jenis ini dimiliki oleh orang-orang kafir, yang sudah jauh dari ayat-ayat suci al-qur’an, kalau diingatkan sukanya bandel (na’udzubillah) karena di dalam hatinya sudah ngga ada cahaya lagi, cahayanya sudah nggejlek…. Oleh karena itu mereka menutup mata dan telinga dari Al-Haq, coba dech Ikhwani wa Akhowati simak Firman Allah Ta’ala dalam surah Al-Baqarah ayat ke-6:</p>
<p>“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman”</p>
<p>Setelah dijelaskan pembagian keadaan hati menjadi 3, Ustadz Abu Isa menjelaskan <strong>ciri-ciri kalau hati itu sudah terjangkit penyakit</strong>, diantara ciri-cirinya adalah:</p>
<p>-         Jika segala hal yang dilarang Allah malah disukai maka itu tanda ada penyakit</p>
<p>-         Jika ada rasa tertarik dan setuju terhadap argument/pendapat yang menyelisihi Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka ada indikasi penyakit. Penyakitnya itu bisa berupa tidak paham Al-Quran dan As-Sunnah, maupun salah paham terhadap keduanya.</p>
<p>Nah, sebelum Ustadz Abu Isa mengakhiri sesi pertama pada kajian ini, beliau jelaskan <strong>2 macam penyakit hati</strong> yang perlu mendapat perhatian lebih. 2 penyakit itu adalah</p>
<p><strong>A. </strong><strong>Syubhat</strong></p>
<p>Nah… sumber penyakit ini adalah ketiadaan ilmu syar’ie yang berakibat munculnya keragu-raguan di dalam hati sanubari.</p>
<p>Oleh karenanya kita perlu terus-menerus menuntut ilmu yang mana hal itu akan membentengi kita dari syubhat, dan juga menjadikannya antibodi, sehingga ketika syubhat datang kita bisa dengan mudah mengatasinya. Akan tetapi jika sebaliknya, maka terjadilah apa yang dikatakan oleh para ulama, “Hati kita itu lemah, sedangkan syubhat datang dengan menyambar-nyambar” waliyadzubillah.</p>
<p>Adapun bagi yang sudah terlanjur terjangkit penyakit ini, misalnya dia membaca artikel, sedangkan dia belum mengetahui apakah ini benar ataukah salah, maka keragu-raguannya tersimpan di dalam hati dan menjadi penyakit yang perlu diobati. Maka obat yang pas baginya adalah “Iqomatul hujjah” atau menegakkan hujjah atasnya dengan menjelaskan mana yang haq dan mana yang bathil.</p>
<p>Para ulama menjelaskan bahwa peyakit syubhat lebih berbahaya dari penyakit syahwat, dan sebagaimana keadaan orang sakit, makanan enakpun terasa pahit dimulutnya, begitupula dengan penyakit syubuhat, mengkonsumsi al-quran dan as-sunnah dengan mengamalkannya terasa berat, berpegang teguh dengan al-haq merasa sulit, menjauhi yang haram merasa sukar, akan tetapi hati ini malah tertarik dengan segala sesuatu yang dilarang oleh agama, waliyadzubillah.</p>
<p><strong>Dan diantara sumber syubhat</strong> yang disebutkan oleh Ustadz Abu Isa, antara lain:</p>
<p>Materi kuliah yang bertentangan dengan syariat, perkataan dosen dan temen-temen yang masih jauh dari bimbingan al-quran dan as-sunnah, serta buku-buku orang kafir termasuk buku-buku kuliah yang juga mengutip pendapat orang kafir.</p>
<p><strong>B. </strong><strong>Syahwat</strong></p>
<p>Nah ini juga ngeri euy…. Bahayya… kecintaan kepada harta, wanita, jabatan, peternakan dan lain-lainnya yang berlebihan…wuhs…berbahaya. Kata Ustadz Abu Isa nih ya… kalau kita melihat sesuatu trus ada ketertarikan tuh, berarti ada indikasi penyakit dalam hati…. Wuih…. Bahayya nie… misalnya nih:</p>
<p>-         Lihat motor keren, trus di dalam hati kepingin bisa tampil keren dengan menaiki motor seperti itu.</p>
<p>-         Lihat wanita cantik, trus matanya melotot tuweng…tuweng…. (sambil ngiler mode) dan terbetik dalam hatinya,”cantiknya&#8230; andai saja dia jadi pendampingku (hayyah)” berarti ada penyakit tuh… buru-buru berobat yach….</p>
<p>Nah, apa solusi untuk menghindari fitnah syubhat dan syahwat ini? lanjut ke sesi 2 yuk….</p>
<p><strong><em>Sesi 2</em></strong></p>
<p>Nah… pada sesi ini, Ustadz Abu Isa menjelaskan kita-kiat untuk membentengi diri dari fitnah syahwat dan syubhat, apa tuh…. Ayuk baca catatan ana plus syarahnya kayak diatas tadi….</p>
<p>Tips membentengi diri dari fitnah syubhat dan syahwat:</p>
<ol>
<li>Meningkatkan kecintaan kita kepada akhirat</li>
</ol>
<p>Nah… kalau sudah cinta kepada akhirat, dunia jadi rendah dihadapannya. Jadi, ngga perlu muluk-muluk dalam mengejar dunia, cukup yang bisa kita ambil manfaatnya. Dan jangan lupa terus membayangkan keindahan surga beserta isinya, serta bagaimana siksaan neraka yang tak terbayang kepedihannya. Dengan demikian… mau tolak al-haq?? Mikir-mikir…. Mau lihat lawan jenis yang belum halal baginya??? Mikir-mikir…. Akhirnya milih akhirat dan peluang penyakit syubhat dan syahwat masuk, tertutup sudah.</p>
<ol>
<li>Senantiasa menjaga keikhlasan</li>
</ol>
<p>Nah yang ini ngga kalah penting bro n sist…. Dengan menjaga keikhlasan kita bisa terjaga dari fitnah syahwat dan syubhat, yang mana kedua penyakit ini terus disebarkan oleh syaithan <em>la’natullah alaih </em>tapi hal tersebut tidak berlaku bagi orang-orang yang ikhlas, sebagaimana firman Allah ta’ala dalam surah Al-Hijr ayat ke-39 sampai 40:</p>
<p>((Iblis berkata: &#8220;Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma&#8217;siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka))</p>
<ol>
<li>Memperbanyak amal ketaatan</li>
</ol>
<p>Janganlah kita terbuai dengan amal ketaatan kita yang masih secuil ini, kita harus terus menerus melakukan amal ketaatan. Kenapa? Karena, jika kita melakukan suatu amal ketaatan kita akan cenderung untuk mengamalkan ketaatan yang lain. Dan sebaliknya jika kita mengundur-undur suatu amal ketaatan, kita bisa terseret kepada meremehkan suatu amal ketaatan serta tidak terisinya hari-hari kita dengan amal ketaatan kepada Allah ta’ala.</p>
<p>Nah… jelaskan akhy wa ukhty…. Kalau gitu…jangan sampai hari-hari kita terlewatkan tanpa amal kebaikan dan ketaatan, OK….lanjut….</p>
<ol>
<li>Menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat</li>
</ol>
<p>Kalau ngga ada aktivitas yang bermanfaat, kita cenderung melakukan aktivitas yang ngga bermanfaat, betul ngga… kalau sudah gitu, mulai dech… syaithon terkutuk mengelabuhi kita, dimulai dari melakukan aktivitas yang ngga bermanfaat sampai menuju perbuatan kedurhakaan kepada Allah. Contoh:</p>
<p>We… ngapain ya enaknya gue nich (nah itu sudah mulai waktunya ngga digunakan untuk hal yang bermanfaat)….mmmm… daripada duduk-duduk mending main game…. (we….. terjatuh juga tho…. Padahal banyak hal bermanfaat yang harus dilakukan seperti menghafal hadits, mentadabburi al-quran, belajar bhs Inggris, menghafal vocab bahasa arab, dan sebagainya)</p>
<p>Oleh karena itu termasuk dari ciri seorang muslim adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya, sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiallahunhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : ((Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya))</p>
<ol>
<li>Memperdalam ilmu syar’ie</li>
</ol>
<p>Nah… dengan memperdalam ilmu syar’ie… syubhat sulit masuk dech. Beda kalau jahil (apalagi jahilnya murokkab) ya terkena syubhat jadinya.</p>
<ol>
<li>Biasakan untuk mengkonsultasikan masalah kepada ahlinya</li>
</ol>
<p>Na’am… hal ini ngga kalah penting. Setiap orang punya masalah, masalah dengan istri, dengan orang tua, dengan anak, dengan tetangga, dengan teman. Kalau ngga ada konsultan ahli, wuih…. Bisa berbahaya. Contohnya aja caleg yang bunuh diri kemaren… ada masalah ngga dibicarakan, ya… bablas nyowone….</p>
<p>Begitu pula masalah agama harus diserahkan kepada para ulama, jangan salah menyerahkannya ke juhala’….</p>
<p>Nah… itu tadi beberapa catatan ananda yang bisa ana sampaikan. Adapun mengenai dunia internet, kita harus pandai-pandai dalam menjaga hati kita agar tidak terjerumus ke dalam pintu syubhat maupun syahwat.</p>
<p>Misalnya nih… di facebook banyak juga ikhwan salafy yang pasang foto-foto begitu juga dengan foto-foto saat di sma dengan temen-temennya yang berbaur…we…. Bahayya…. Jangan samapai facebook kita berisi sesuatu yang membuat hati teman ngaji kita terjangkit penyakit syubhat. Oleh karena itu kita harus terapkan beberapa tips di atas, biar slamet…. Contonya nih: Tanyakan kepada temen kita yang sudah lama ngaji dan sangat bersemangat dalam amal ketaatan dan amal kebaikan. Kita tanya mereka,” Eh akhy (atau ukhty) gimana pendapat antum tentang facebook ana? Atau: bagaimana pendapat antum tetang blog ana?”</p>
<p>Nah, misalnya temen kita tuh menjawab,”Wah facebook antum kok isinya temen-temen cewe yang masang foto-foto??? Kok foto antum dipajang dengan temen-temen lain jenis yang bukan mahram?”</p>
<p>“Lho… tulisan antum kok begini… haditsnya bukan begitu bunyinya… tapi begini…eh itu kan tokoh hizby ikhwani? Kok antum kutip keterangannya untuk menjelaskan hadits ini dan itu?? Kan pendapatnya itu salah… ada bantahannya kok…”</p>
<p>Nah…. Selesai kan masalahnya……..</p>
<p>Cukup disini dulu ya catatan ana…. Baarakallah fiikum….</p>
<p>Walillahil hamd…..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abu0faqih.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abu0faqih.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abu0faqih.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abu0faqih.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abu0faqih.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abu0faqih.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abu0faqih.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abu0faqih.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abu0faqih.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abu0faqih.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abu0faqih.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abu0faqih.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abu0faqih.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abu0faqih.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abu0faqih.wordpress.com&amp;blog=7475172&amp;post=110&amp;subd=abu0faqih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/05/03/kiat-menghadapi-fitnah-syahwat-dan-syubhat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f422cbff907af022618c285a70537c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abu0faqih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Khobar dan Atsar</title>
		<link>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/30/khobar-dan-atsar/</link>
		<comments>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/30/khobar-dan-atsar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 14:18:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu0faqih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahsul Masail]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abu0faqih.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis oleh: Abu Faqih, Amirul Mu’minin bin Umar El-Kediri Bismillah… Sudah bukan hal yang asing lagi, jika kita mengikuti kajian di beberapa majelis ilmu. Pasti kita dapati Ustadz kita bilang: “Hal ini dianjurkan, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah ATSAR”. Begitu juga dalam penjelasan Ustadz: “Sebagaimana dalam sebuah hadits yang berisi, “….” Dan hadits ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abu0faqih.wordpress.com&amp;blog=7475172&amp;post=105&amp;subd=abu0faqih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-US">Ditulis oleh: Abu Faqih, Amirul Mu’minin bin Umar El-Kediri</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Bismillah…</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Sudah bukan hal yang asing lagi, jika kita mengikuti kajian di beberapa majelis ilmu. Pasti kita dapati Ustadz kita bilang: “Hal ini dianjurkan, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah <strong><em>ATSAR</em></strong>”. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Begitu juga dalam penjelasan Ustadz: “Sebagaimana dalam sebuah hadits yang berisi, “….” Dan hadits ini termasuk <strong><em>KHOBAR </em></strong>ahad.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Ya… 2 kata tersebut, atsar dan khobar ngga terlepas jika mengkaji kitab-kitab matan hadits maupun syarah (penjelasan kandungan) hadits.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Maka dari itu, kita perlu tahu, apa itu atsar? Dan apa yang dimaksud dengan khobar?<span id="more-105"></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Mari kita simak penjelasan ulama atas definisi kedua kata ini:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-US">KHOBAR</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span lang="EN-US">Menurut Bahasa: </span></em></strong><span lang="EN-US">Khobar bermakna “berita” (Ghoyatul Idhoh fi Ulumil Hadits)</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span lang="EN-US">Menurut Istilah Syar’i:</span></em></strong><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span lang="EN-US"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span lang="EN-US">Imam Ibnu Hajar mengatakan: “Al-Khobar” berhubungan dengan Al-Hadits (Syarh Nukhbatul Fikr)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span lang="EN-US"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span lang="EN-US">Imam As-Suyuthi sependapat dengan Imam Ibnu Hajar dengan menambahkan: “Termasuk Khobar adalah hadits marfu’, mauquf, dan maqthu’. (Tadribur Rawi)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span lang="EN-US"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span lang="EN-US">Imam Al-Khosyawi menjelaskan bahwa Al-Hadits bersumber deri Rasulullah <em>shallallahu alaihi wasallam</em> sedangkan Khobar bersumber dari selain Rasulullah <em>shallallahu alaihi wasallam</em>. (Ghoyatul Idhoh fi Ulumil Hadits)</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-US">ATSAR</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span lang="EN-US">Menurut Bahasa: </span></em></strong><span lang="EN-US">Atsar bermakna “Bekas, jejak” (Fathul Mughits oleh As-Sakhowi)</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span lang="EN-US">Menurut Istilah Syar’i: </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">- Meliputi hadits marfu’, mauquf maupun maqthu’ (ini pendapat ahli hadits)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">- Atsar hanya sebatas hadits mauquf dan maqthu’ (pendapat ahli fiqih-syafi’iyyah)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Yang benar adalah pendapat ahli fiqih, wallahu ta’ala a’lam</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-US">Kesimpulan:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span lang="EN-US">Khobar:</span></em></strong><span lang="EN-US"> Bersumber dari Rasulullah <em>shallallahu alaihi wa sallam </em>maupun yang dari selain beliau. (meliputi hadits marfu, mauquf dan maqthu’)</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span lang="EN-US">Atsar: </span></em></strong><span lang="EN-US">Bersumber dari selain Rasululllah <em>shallallahu alaihi wa sallam </em>(hanya maqthu’ dan mauquf)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Walillahil hamd…</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-US">Keterangan:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span lang="EN-US">Hadits Marfu’</span></em></strong><span lang="EN-US">: Segala sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah <em>shallahu alaihi wasallam </em>dari perbuatan, perkataan, dan sifat diam beliau.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span lang="EN-US">Hadits Mauquf</span></em></strong><span lang="EN-US">: Segala sesuatu yang disandarkan kepada Sahabat Nabi <em>radhiyallahu anhum</em> dari perbuatan, perkataan, dan sifat diam mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span lang="EN-US">Hadits Maqthu’</span></em></strong><span lang="EN-US">: Segala sesuatu yang disandarkan kepada Tabi’in dan setelahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-US">Sumber Bacaan:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="EN-US">Syarh Nuhbatul Fikr oleh Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="EN-US">Tadribur Rawi oleh Imam As-Suyuthi</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="EN-US">Fathul Mughits oleh As-Sakhawi</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="EN-US">Ghoyatul Idhah fi Ulumil Hadits oleh Al-Khosawi</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abu0faqih.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abu0faqih.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abu0faqih.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abu0faqih.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abu0faqih.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abu0faqih.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abu0faqih.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abu0faqih.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abu0faqih.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abu0faqih.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abu0faqih.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abu0faqih.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abu0faqih.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abu0faqih.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abu0faqih.wordpress.com&amp;blog=7475172&amp;post=105&amp;subd=abu0faqih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/30/khobar-dan-atsar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f422cbff907af022618c285a70537c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abu0faqih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bolehkan wudlu tanpa niat?</title>
		<link>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/28/bolehkan-wudlu-tanpa-niat/</link>
		<comments>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/28/bolehkan-wudlu-tanpa-niat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 23:40:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu0faqih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahsul Masail]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih Thoharoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abu0faqih.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis oleh: Abu Faqih Amirul Mu’minin bin Umar El-Kediri Bismillah…. Sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama, bahwa syarat sahnya amal ibadah seseorang itu ada 2, yaitu: Niat ikhlas karena Allah Ittiba’us Sunnah (mengikuti tuntunan yang dicontohkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam) Dari sini, para Ulama bersepakat bahwa niat adalah syarat sahnya suatu amal ibadah secara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abu0faqih.wordpress.com&amp;blog=7475172&amp;post=95&amp;subd=abu0faqih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><em><strong><span lang="EN-US">Ditulis oleh: Abu Faqih Amirul Mu’minin bin Umar El-Kediri</span></strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Bismillah….</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama, bahwa syarat sahnya amal ibadah seseorang itu ada 2, yaitu:</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Niat ikhlas karena Allah</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Ittiba’us Sunnah (mengikuti      tuntunan yang dicontohkan Rasulullah <em>shallallahu alaihi wa sallam)</em></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="EN-US"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Dari sini, para Ulama bersepakat bahwa niat adalah syarat sahnya suatu amal ibadah secara umum.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Akan tetapi hal tersebut tidak berlaku dalam wudlu, ya… itu adalah pendapat sebagian ulama, sebagaimana yang telah kami tulis di artikel masalah wudlu bagian pertama, bahwa wudlu itu adalah membasuh anggota badan tertentu dengan cara yang ditentukan dan disertai niat (menurut sebagian ulama)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Ya… dari situ kita ketahui bahwa sebagian ulama yang lain tidak sependapat bahwa wudlu harus diawali dari niat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span lang="EN-US">Siapa saja ulama yang berbeda pendapat?</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Vrinda;" lang="EN-US"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span lang="EN-US">Diantara <strong>Ulama yang mensyaratkan</strong> niat <span> </span>dalam wudlu adalah: Imam Asy-Syafi’ie, Imam Malik, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Abu Tsaur dan Abu Dawud.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Vrinda;" lang="EN-US"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span lang="EN-US">Sedangkan <strong>Ulama yang berpendapat bahwa niat bukan syarat sahnya wudlu </strong>adalah: Imam Abu Hanifah dan Imam Ats-Tsauri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span lang="EN-US">Apa sebab perselisihan di antara mereka?</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Rusyd dalam kitabnya “Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtasid” bahwa penyebab ikhtilaf diantara ulama adalah:<span id="more-95"></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Perbedaan pandangan diantara Ulama’ mengenai apakah Niat itu ibadah mahdzoh atau ghoiru mahdzoh?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span lang="EN-US">Apa itu Ibadah Mahdzoh dan Ghoiru Mahdzoh?</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-US">Ibadah Mahdzoh</span></strong><span lang="EN-US"> adalah suatu ibadah yang tidak bisa dicerna oleh akal.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Contoh: Mencium hajar aswad saat Haji. Maka ibadah tersebut tidak bisa dicerna secara akal, kenapa batu kok harus dicium?? Ya… itu adalah perkara Ta’abbudiyah yang mendekatkan diri kepada Allah dan harus ditaati walau tidak masuk akal</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-US">Ibadah Ghoiru Mahdzoh</span></strong><span lang="EN-US">: adalah suatu ibadah yang bisa dicerna oleh akal. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Contoh: Wudlu adalah ibadah ghoiru mahdzoh, karena akal kita bisa mencernanya, pantas saja kita harus bersuci dari hadats asghar sengan wudlu, karena kita akan menghadap Rabbul Alamin (bisa diambil hikmahnya)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span lang="EN-US">Apa argumen masing-masing pihak yang berbeda pendapat?</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Imam Asy-Syafi’ie dan Jumhur Ulama memandang <span> </span>bahwa Niat ketika hendak wudlu termasuk ibadah mahdzah dengan dalil firman Allah di surah Al-Maidah ayat ke-6</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Sedangkan Imam Abu Hanifah membedakan antara wudlu dan niat, wudlu termasuk ibadah ghoiru mahdzah sedangkan niat adalah ibadah mahdzah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span lang="EN-US">Mana yang paling paling kuat dan mendekati kebenaran?</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Para</span><span lang="EN-US"> ulama terus meneliti mana yang Rajih dan paling kuat diantara argumen para ahli fiqih yang berbeda pendapat. Dan memang agak sulit karena niat posisinya berada di antara ibadah mahdzah dan ghoiru mahdzah. Maka mana yang mendekati kebenaran?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Kami menguatkan pendapat jumhur dari kalangan syafi’iyyah, malikiah, hanabilah dan juga yang lainnya. Yang berpendapat bahwa tidak sah wudlu seseorang jika tidak diawali dengan niat. Dan niat tempatnya di dalam hati, bukan di lisan (dilafadzkan) sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam An-Nawawi dalam kitabnya “Raudlah AthThalibin). Wallahu ta’ala a’lam.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-US">Sumber bacaan:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="EN-US">Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtasid oleh Imam Ibnu Rusyd</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="EN-US">Al-Mughni oleh Imam Ibnu Qudamah</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="EN-US">Raudlah Ath-Thalibin oleh Imam An-Nawawi</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="EN-US">Al-Ma’unah oleh Al-Qadhi Abdul Wahhab, dan sumber lain yang tidak kami sebutkan</span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abu0faqih.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abu0faqih.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abu0faqih.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abu0faqih.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abu0faqih.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abu0faqih.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abu0faqih.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abu0faqih.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abu0faqih.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abu0faqih.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abu0faqih.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abu0faqih.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abu0faqih.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abu0faqih.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abu0faqih.wordpress.com&amp;blog=7475172&amp;post=95&amp;subd=abu0faqih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/28/bolehkan-wudlu-tanpa-niat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f422cbff907af022618c285a70537c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abu0faqih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dalil2 dari Al-Qur’an mengenai harusnya berpegang teguh dengan sunnah dan menjauhi bid’ah</title>
		<link>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/28/dalil2-dari-al-qur%e2%80%99an-mengenai-harusnya-berpegang-teguh-dengan-sunnah-dan-menjauhi-bid%e2%80%99ah/</link>
		<comments>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/28/dalil2-dari-al-qur%e2%80%99an-mengenai-harusnya-berpegang-teguh-dengan-sunnah-dan-menjauhi-bid%e2%80%99ah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 22:37:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu0faqih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abu0faqih.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Penyusun: Abu Faqih El-Kediri berikut beberapa ayat yang menunjukkan wajibnya berpegang teguh dengan sunnah dan peringatan dari bahaya bid&#8217;ah: - Surah Al-Hasyr: 7 ( وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ) (الحشر:7) “Apa yang diberikan rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah” - Surah Ali Imran: 31 ( قُلْ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abu0faqih.wordpress.com&amp;blog=7475172&amp;post=85&amp;subd=abu0faqih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Penyusun: Abu Faqih El-Kediri</strong></em></p>
<p>berikut beberapa ayat yang menunjukkan wajibnya berpegang teguh dengan sunnah dan peringatan dari bahaya bid&#8217;ah:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Vrinda;" lang="EN-US"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span lang="EN-US">Surah Al-Hasyr: 7</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:1.45pt;text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">( وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ) (الحشر:7)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Apa yang diberikan rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Vrinda;" lang="EN-US"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span lang="EN-US">Surah Ali Imran: 31</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:1.45pt;text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">( قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ )(آل عمران:31)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">Berkata Syaikh Utsaimin </span><span dir="rtl" lang="AR-SA">رحمه الله</span><span lang="EN-US"> : Sebagian Ulama’ menyebut ayat ini sebaga Ayatul Mihnah (Ujian). Karena Allah menguji orang2 yang mengaku mencintai Allah. <em>(Syarh Riyadhis Shalihin – Syaikh Utsaimin)</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Vrinda;" lang="EN-US"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span lang="EN-US">Surah An Nisa’ : 65</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 1.45pt .0001pt .5in;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">( فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجاً مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيماً) (النساء:65)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Maka demi Tuhanmu, mereka pada (hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatanpun terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Vrinda;" lang="EN-US"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span lang="EN-US">Surah An Nisa’ : 80<span id="more-85"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia telah mentaati Allah. dan Barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">Bersabda Rasulullah –shallallahu alaihi wasallam- :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:1.45pt;text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span lang="AR-SA">((من أطاعني فقد أطاع الله ومن عصاني فقد عصى الله&#8230;))</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Barangsiapa yang mentaatiku, maka dia telah mentaati Allah, dan barang siapa durhaka kepadaku, maka dia durhaka kepada Allah”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span lang="EN-US">(Hadits dari Abu Hurairah yg dinukil Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya, hadits sahih muttafaqun ‘alaih)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Vrinda;" lang="EN-US"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span lang="EN-US">Surah An Nisa’ : 59</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 1.45pt .0001pt .5in;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">(<span> </span>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً) (النساء:59)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="EN-US"><span> </span>“Hai Orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Vrinda;" lang="EN-US"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span lang="EN-US">Surah Ali Imran 106:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:1.45pt;text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SY">{يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ}</span></strong><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> [آل عمران: 106]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Pada hari yang diwaktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula yang hitam muram (mukanya)”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span lang="EN-US">Berkata Ibnu Abbas </span></em><em><span dir="rtl" lang="AR-SA">رضي الله عنهما</span></em><em><span lang="EN-US"> : Putih berseri wajahnya adalah Ahlussunnah, hitam pekat wajahnya ahlu bid’ah <strong>(Ibnu Katsir dalam tafsirnya, dan Ibnu Jarir dalam tafsirnya)</strong></span></em><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Vrinda;" lang="EN-US"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span lang="EN-US">Surah Al-An’am: 153</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 1.45pt .0001pt .5in;" dir="rtl"><span> </span><span lang="AR-SA"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain, karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span lang="EN-US">Berkata Mujahid: [Dan janganlah kalian mengikuti <strong>jalan-jalan (yag lain)</strong>] adalah Bid’ah2 dan syubhat. <strong>(Tafsir Ath Thabari)</strong></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span lang="EN-US"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Vrinda;" lang="EN-US"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span lang="EN-US">Surah An-Nur: 63</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal">“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih”</p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Sumber bacaan:</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Al-I’tisham oleh Imam Asy-Syathibi</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Nurus Sunnah wa Dzulumatul Bida’ oleh Syaikh Qahthani</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Al-Hats ‘ala ittibais sunnah wat tahdzir minal bida’ wa bayani khatariha, oleh Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abu0faqih.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abu0faqih.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abu0faqih.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abu0faqih.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abu0faqih.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abu0faqih.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abu0faqih.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abu0faqih.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abu0faqih.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abu0faqih.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abu0faqih.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abu0faqih.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abu0faqih.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abu0faqih.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abu0faqih.wordpress.com&amp;blog=7475172&amp;post=85&amp;subd=abu0faqih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/28/dalil2-dari-al-qur%e2%80%99an-mengenai-harusnya-berpegang-teguh-dengan-sunnah-dan-menjauhi-bid%e2%80%99ah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f422cbff907af022618c285a70537c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abu0faqih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WUDLU (bagian pertama)</title>
		<link>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/28/wudlu-bagian-pertama/</link>
		<comments>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/28/wudlu-bagian-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 22:21:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu0faqih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Thoharoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abu0faqih.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis oleh: Abu Faqih Amirul Mu’minin bin Umar Al-Kepunji El-Kediri Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in Telah kami jelaskan pada tulisan kami mengenai thoharoh. Dan kita ketahui bahwa thoharoh ada 2, yaitu: thoharoh dari hadats dan thoharoh dari khobats. Thoharoh (bersuci) dari hadats ada 3 bentuk: Wudlu, mandi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abu0faqih.wordpress.com&amp;blog=7475172&amp;post=79&amp;subd=abu0faqih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em>Ditulis oleh: Abu Faqih Amirul Mu’minin bin Umar Al-Kepunji<span> </span>El-Kediri</em></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Telah kami jelaskan pada tulisan kami mengenai thoharoh. Dan kita ketahui bahwa thoharoh ada 2, yaitu: thoharoh dari hadats dan thoharoh dari khobats.</p>
<p class="MsoNormal">Thoharoh (bersuci) dari hadats ada 3 bentuk: Wudlu, mandi besar, atau teyamum. Dan telah kami jelaskan bahwa tayamum bisa dilaksanakn jika tidak ada air untuk wudlu maupun mandi besar, atau adanya udzur/mani’(penghalang) yang membuat seseorang tidak bisa menggunakan air, seperti sakit dan sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Pada bagian ini akan kami bahas masalah wudlu. Permasalahan terdiri dari definisi wudlu, dalil akan wajibnya wudlu, siapa yang diwajibkan untuk wudlu, gerakan-gerakan dalam wudlu, hingga pembatal wudlu. Adapun ditulisan pertama ini baru kami mulai dari definisi wudlu, dalil-dalil akan kewajiban wudlu, serta siapa yang diwajibkan wudlu.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Kitab “Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtasid” karya Imam Ibnu Rusyd adalah rujukan utama kami dalam membahas masalah wudlu, walaupun demikian kami juga mencari rujukan tambahan seperti Al-Mughni karya Imam Ibnu Qudamah dan Majmu’ Syarh Muhaddzab oleh Imam An-Nawawi serta yang lainnya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Na’am, baarakallah fiikum, mari kita mulai pembahasan seputar wudlu ini.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><em>Definisi Wudlu:</em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Secara Bahasa</strong>: bersih, bagus dan baik (Majmu’ Syarh Muhaddzab oleh Imam An-Nawawi)</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Secara Istilah</strong>: membasuh bagian-bagian tubuh tertentu, dengan cara yang telah ditentukan, serta diiringi dengan niat[menurut pendapat sebagian ahli fiqih] (Mawahib Al-Jalil oleh Al-Khitab)</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><em>Siapa yang diwajibkan wudlu?</em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-79"></span></p>
<p class="MsoNormal">Yang wajib wudlu adalah: seorang muslim yang berakal, dan baligh(tamyiz)</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dalilnya:</p>
<p class="MsoNormal">Sabda Rasulullah –shallahu alaihi wa sallam-, “Pena ini diangkat dari tiga orang: 1. Orang tidur hingga dia bangun, 2. Orang gila hingga dia sadar, 3. Anak-anak sampai ia bermimpi(baligh).&#8221; (HR. Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa-i, dan Ibnu Majah dan disahihkan oleh Al-Albani)</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><em>Kapan diwajibkan berwudlu?</em></strong></p>
<p class="MsoNormal">Sesorang diwajibkan wudlu dalam dua keadaan:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Jika telah masuk waktu shalat (Surah Al-Maidah ayat 6)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Jika seseorang melakukan suatu amal ibadah yang mengharuskan wudlu atasnya. Seperti thowaf, disyaratkan wudlu bagi orang yang hendak thowaf.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><em>Dalil-dalil yang menunjukkan akan wajibnya wudlu</em></strong></p>
<p class="MsoNormal">Dalil-dalil ini meliputi hujjah dari Al-Qur’an, As-Sunnah, maupun Ijma’ Ulama:<strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Al-Qur’an</strong></p>
<p class="MsoNormal">Surah Al-Maidah ayat ke-6:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;"><span> </span>{<span dir="rtl" lang="AR-SA">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ</span>&#8230;}</span></p>
<p class="MsoNormal">“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki,&#8230;”</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>As-Sunnah</strong></p>
<p class="MsoNormal">Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Ad-Darimi, serta Ibnu Huzaimah dan disahihkan oleh Al-Albani. Bahwa Rasulullah <em>shallallahu alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;" dir="rtl" lang="AR-SA">لا يقبل الله صلاةً بغير طُهور، ولا صدقةً من غُلول</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Tidak diterima shalat seseorang yang tidak bersuci, dan juga tidak diterima sedekah seorang penghianat”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Juga dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Rozzaq dalam kitabnya “Al-Mushonnaf” dari Abu Hurairoh <em>radhiallahu anhu </em>bahwasannya Rasulullah <em>shallahu alaihi wa sallam </em>bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;" dir="rtl" lang="AR-SA">لا يقبل الله صلاة مَن أحدث حتى يتوضأ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Allah tidak menerima shalat seseorang yang berhadats, hingga ia berwudlu”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Ijma’ Ulama</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kami tidak mendapati perkataan ulama yang berpendapat bahwa wudlu tidaklah wajib, dengan demikian nyatalah bahwa wudlu hukumnya <strong>wajib</strong>, wallahu ta’ala a’lam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Sumber Bacaan:</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtasid oleh Imam Ibnu Rusyd</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Majmu’ Syarh Muhaddzab oleh Imam An-Nawawi</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Mawahib Al-Jalil oleh Al-Khitab</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Al-Ma’unah oleh Al-Qadhi Abdul Wahhab</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abu0faqih.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abu0faqih.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abu0faqih.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abu0faqih.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abu0faqih.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abu0faqih.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abu0faqih.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abu0faqih.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abu0faqih.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abu0faqih.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abu0faqih.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abu0faqih.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abu0faqih.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abu0faqih.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abu0faqih.wordpress.com&amp;blog=7475172&amp;post=79&amp;subd=abu0faqih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/28/wudlu-bagian-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f422cbff907af022618c285a70537c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abu0faqih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Disangka Air ternyata Api (beda antara sunnah dan bid&#8217;ah)</title>
		<link>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/26/disangka-air-ternyata-api-beda-antara-sunnah-dan-bidah/</link>
		<comments>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/26/disangka-air-ternyata-api-beda-antara-sunnah-dan-bidah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 01:30:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu0faqih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abu0faqih.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in Kebanyakan kaum muslimin di saat ini tidak memahami apa itu sunnah? dan apa itu bid&#8217;ah? Lebih ironisnya kebanyakan kaum muslimin mengira bid&#8217;ah itu sunnah dan yang sunnah dikira bid&#8217;ah&#8230;. ini adalah keadaan yang mengkhawatirkan&#8230; terutama ketika kaum muslimin jauh dari bimbingan al-quran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abu0faqih.wordpress.com&amp;blog=7475172&amp;post=70&amp;subd=abu0faqih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal">Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Kebanyakan kaum muslimin di saat ini tidak memahami apa itu sunnah? dan apa itu bid&#8217;ah?</p>
<p class="MsoNormal">Lebih ironisnya kebanyakan kaum muslimin mengira bid&#8217;ah itu sunnah dan yang sunnah dikira bid&#8217;ah&#8230;.</p>
<p class="MsoNormal">ini adalah keadaan yang mengkhawatirkan&#8230; terutama ketika kaum muslimin jauh dari bimbingan al-quran dan as-sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Na&#8217;am&#8230; baarakallahu fiikum.</p>
<p class="MsoNormal">Pertengahan bulan februari 2009, tepatnya 2 bulan yang lalu. Kami menulis artikel mengenai wajibnya berpegang teguh dengan sunnah dan peringatan untuk menjauhi bid&#8217;ah. Kemudian, artikel ini kami bedah (bedah artikel) di Masjid Al-Furqan SMA Negeri 2 Pare.</p>
<p class="MsoNormal">Kami akui artikel ini masih terlalu sederhana, olehkarenanya akan terus kami usahakan untuk merevisi artikeltersebut, sebagai bahan kajian wajib saat bimbingan adik-adik aktivis SKI (rohis) SMA Negeri 2 Pare.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Berikut penjelasan makna Sunnah dan Bid&#8217;ah<span id="more-70"></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="EN-US"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span lang="EN-US">Pengertian Sunnah</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><span lang="EN-US">Secara Bahasa: </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:.25in;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SY">الطريقة والسيرة، حسنة كانت أم قبيحة</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">Sebuah Jalan yang ditempuh, baik maupun jelek<em>(Lisanul ‘Arab)</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><span lang="EN-US">Secara Istilah Syar’i (Terminologi):</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">Menurut Ahli Fiqih (Fuqoha’):</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">Apa2 yang diperintahkan oleh syariat tanpa penekanan, yangmana pelakunya mendapat pahala sedangkan yang tidak mengamalkannya tidak berdosa <em>(Ushul min ‘ilmil Ushul – Syaikh Shalih<span> </span>Al-Utsaimin)</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><em><span lang="EN-US"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">Menurut Ahli Ushul:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">Apa2 yang disandarkan kepada Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berupa perkataan, perbuatan, maupun taqrir beliau, yang menjadi kaidah2 bagi Para Mujtahid dalam mengambil kesimpulan hukum.<span> </span><em>(Ghayatul idhah fi ‘Ulumil Hadits – Al-Hasyawi)</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><em><span lang="EN-US"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">Menurut Ahli Hadits: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">Apa2 yang disandarkan kepada Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wasallam- berupa perkataan atau perbuatan atau taqrir beliau <em>(Taisir Musthalah Al-Hadits – DR. Mahmud Tahhan)</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Menurut Ulama’ Aqidah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 .25in .0001pt;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">الهدي الذي كان عليه رسول الله صلّى الله عليه وسلّم وأصحابه: علماً واعتقاداً، وقولاً، وعملاً، وهي السنة التي يجب اتباعها ويُحمد أهلُها، ويُذمُّ من خَالَفها؛ ولهذا قيل: فلان من أهل السنة: أي من أهل الطريقة الصحيحة المستقيمة المحمودة</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">Sunnah: Petunjuk Nabi dan<span> </span>para sahabat beliau, berupa: ‘Ilmu, Aqidah, Amalan, Perbuatan. Dan itulah ma’na sunnah yangmana orang yang berpegang teguh dengannya dipuji, sedangkan orang yang menyelisihinya dicela. Oleh karena itu dikatakan Fulan termasuk Ahlussunnah: artinya, fulan berada di atas jalan yang benar, lurus, dan terpuji. <em>(Mabahis fi Aqidati Ahlis Sunnah – DR. Nasir ‘Aql)</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">Pembahasan kita disini bukanlah sunnah menurut para ahli fiqih, akan tetapi sunnah menurut ahli hadits dan ‘ulama aqidah, yang mana sunnah ini harus diikuti dan dijaga serta dipegang teguh erat2.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Berkata Imam Ibnu Rajab: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 1.45pt .0001pt .25in;" dir="rtl"><span dir="ltr" lang="EN-US">&#8220;</span><span lang="AR-SA">والسنة هي الطريقة المسلوكة، فيشمل ذلك التمسك بما كان عليه صلّى الله عليه وسلّم هو وخلفاؤه الراشدون: من الاعتقادات، والأعمال، والأقوال، وهذه هي السنة الكاملة</span><span dir="ltr" lang="EN-US">&#8220;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">“As-Sunnah adalah Jalan yang ditempuh yang meliputi apa2 yang disandarkan kepada Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam- dan Para Khulafa’urrasyidin yang haus dipegang teguh: berupa, Aqidah, Perbuatan, Perkataan, dan inilah Sunnah yang sempurna” <em>(Jami’ul ‘Ulum wal Hikam).</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="EN-US"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><span dir="ltr"><strong><span lang="EN-US">Pengertian Bid’ah</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><span lang="EN-US">Menurut Bahasa: </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Vrinda;" lang="EN-US"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span dir="rtl" lang="AR-SA">الإختراع على غير مثال سابق</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Hal baru yang tidak ada contoh sebelumnya<span> </span><em>(Al-I’tisham)</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="text-decoration:underline;"><span lang="EN-US">Menurut Istilah Syar’i:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 1.45pt .0001pt .25in;" dir="rtl"><span dir="ltr" lang="EN-US">&#8220;</span><span lang="AR-SA">البدعة: طريقة في الدين مخترعة، تضاهي الشرعيَّة، يُقصدُ بالسلوك عليها المبالغة في التعبد لله سبحانه</span><span dir="ltr" lang="EN-US">&#8220;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">Metode baru dalam agama yang menyerupai syariat, yang dimaksudkan dengannya berlebih-lebihan dalam ibadah <em>(Imam Asy-Syathibi : Al-I’tisham)</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 1.45pt .0001pt .25in;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 1.45pt .0001pt .25in;"><span lang="EN-US">Berkata Ibnu Rajab dalam kitabnya “Jami’ul Ulum wal hikam” :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 1.45pt .0001pt .25in;" dir="rtl"><span lang="AR-SA">وقال الحافظ ابن رجب رحمه الله تعالى</span><span dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span lang="AR-SA">: &#8220;والمراد بالبدعة ما أُحدث مما لا أصل له في الشريعة يدلُّ عليه، فأما ما كان له أصل من الشرع يدل عليه فليس ببدعة شرعاً،</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US"> Berkata Al-Hafidz Ibnu Rajab: &#8220;Yang dimaksud dg bid&#8217;ah adalah: segala sesuatu yang baru dan tidak ada dasar yang menunjukkan, adapun yang memiliki sandaran (dalil atau hujjah) maka tidak dinamakan bid&#8217;ah secara istilah syar&#8217;ie.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">adapun syubhat dan bantahan bagi yang mengatakan adanya bid&#8217;ah hasanah atau mahmudah (bud&#8217;ah yg terpuji), insyaallah kami jelaskan pada lanjutan tulisan kami pada waktu yang akan datang, insyaallah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">Disusun oleh: Abu Faqih Amirul Mu&#8217;minin El-Kediri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">Ahad, 1 Jumadil Awal 1430 H</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">Sumber Bacaan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">- Al-I&#8217;tisham oleh Imam As-Syathibi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">- Ushul min Ilmil Ushul oleh Syaikh Shalih Al-Utsaimin<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">- Taisir Musthalah Al-Hadits oleh DR. Mahmod Tahhan<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">- Nurus Sunnah wa Dzulumatul Bida&#8217; oleh Syaikh Qahthani</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;"><span lang="EN-US">- Jami&#8217;ul &#8216;Ulum wal Hikam oleh Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abu0faqih.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abu0faqih.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abu0faqih.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abu0faqih.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abu0faqih.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abu0faqih.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abu0faqih.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abu0faqih.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abu0faqih.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abu0faqih.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abu0faqih.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abu0faqih.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abu0faqih.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abu0faqih.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abu0faqih.wordpress.com&amp;blog=7475172&amp;post=70&amp;subd=abu0faqih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/26/disangka-air-ternyata-api-beda-antara-sunnah-dan-bidah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f422cbff907af022618c285a70537c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abu0faqih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGALAMAN MENARIK DENGAN USTADZKU</title>
		<link>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/24/pengalaman-menarik-dengan-ustadzku/</link>
		<comments>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/24/pengalaman-menarik-dengan-ustadzku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 23:02:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu0faqih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Abu Faqih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abu0faqih.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Sudah ananda ceritakan sepenggal kisah perjalanandan ananda dalam menuntut ilmu. Anandapun menyebutkan beberapa nama ustadz yang mana ananda pernah menimba ilmu darinya. Berikut ikni adalah kisah ananda dengan salah satu Ustadz di Klaten, Jawa Tengah. Nama beliau adalah: Ustadz Ahmad, Abu Hilyah. Beliau adalah alumni Pondok Pesantren Al-Furqon di gresik. Ananda banyak belajar kepada beliau, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abu0faqih.wordpress.com&amp;blog=7475172&amp;post=62&amp;subd=abu0faqih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Sudah ananda ceritakan sepenggal kisah perjalanandan ananda dalam menuntut ilmu. Anandapun menyebutkan beberapa nama ustadz yang mana ananda pernah menimba ilmu darinya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Berikut ikni adalah kisah ananda dengan salah satu Ustadz di Klaten, Jawa Tengah. Nama beliau adalah: Ustadz Ahmad, Abu Hilyah. Beliau adalah alumni Pondok Pesantren Al-Furqon di gresik.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Ananda banyak belajar kepada beliau, terutama ilmu-ilmu ushul dan qawa’id (kaidah-kaidah) dalam aqidah, fiqih dan tafsir. Dan diatara kitab-kitab yang pernah ananda baca di hadapan beliau diantaranya:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">- Kitab Tafsir Ibnu Katsir (hanya surah Al-Fatihah)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">- Kitab Al-Qawa’id Al-Fiqhiyyah (kaidah-kaidah fiqih) karya Syaikh Sa’di</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">- Kitab Lum’atul I’tiqad karya Ibnu Qudamah dengan syarh dari Syaikh Al-Utsaimin</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">- Kitab Ushul At-Tafsir karya Syaikh Al-Utsaimin</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">- Kitab Qawaidul Hisan (qaidah2 dalam tafsir) karya Syaikh Sa’di (hanya sampai kaidah yang ke-29)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">- Kitab Fathul Majid karya Syaikh Abdurrahman Alu-Syaikh </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Pengalaman unik dengan Ustadz Ahmad:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Suatu hari, setelah shalat isya, ananda dan 2 teman ananda, Hasan dan Rasyid menghadiri majelis beliau untuk membacakan kitab Syarh Lum’atul I’tiqad di hadapan beliau.<span id="more-62"></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Na’am, setelah kami bertiga selesai membaca, beliau menerangkan. Nah saat beliau menerangkan ini, ada suatu kejadian yang unik. Yaitu ketika beliau menjelaskan bahwa Allah memiliki 2 tangan yang hakiki, beliau tertidur, sambil gragap-gragap menjelaskan, tertidur, menjelaskan dan tertidur. Ya berikut kurang lebih perkataan beliau:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-81pt;"><span lang="EN-US">Ustadz Ahmad: Jadi….zzzz……jadi, <span> </span>setelah kita baca ayat-ayat dan beberapa hadits yang disebutkan Imam Ibnu Qudamah…..zzzz….. setelah kita baca ayat dan hadits serta penjelasan Syaikh Shalih Utsaimin….zzzz…. na’am dengan demikiaan….zzz… dan setelah….zzzz….kita ketahui bahawa Allah memiliki 2 tangan yang hakiki….zzzz…. (agak lama)……zzzz…. Na’am, mengenai masalah REKENING LISTRIK yang tadi…..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Amir, Hasan, Rasyid: (GRUBAKS //@*$&amp;%#!&gt;$## …. Rekening Listrik??) </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Pelajaran yang bisa diambil dari ta’lim bersama beliau saat itu:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Ya, semangat mengajar yang kita banggakan dari beliau. Pagi sampai sore beliau sibuk mencari nafkah untuk keluarga beliau. Ba’da isya’ beliau sudah capek, letih dan ngantuk, tapi beliau masih semangat dan meluangkan waktunya untuk melayani para penuntut ilmu. Apalagi kitab-kitab yang kami bacakan kepada beliau tidaklah ringan, kitab Lum’atul I’tiqad termasuk pembahasan yang rinci dan teliti. Tapi Ustadz Ahmad tetep semangat mengajarkannya di saat energi beliau sudah di ujung penghabisan.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Dengan masuknya REKENING LISTRIK di pembahasan kitab Lum’atul I’tiqad, sepatutnya kita bersemangat dalam menuntut ilmu, dan ke depan nanti kita dituntut untuk bekerja keras, banting tulang, berletih-letih, dan harus berani merasakan pahitnya berdakwah menyeru umat ini kepada Al-Qur’an dan Sunnah di atas pemahaman Salaf. Wallahu ta’ala a’lam.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abu0faqih.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abu0faqih.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abu0faqih.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abu0faqih.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abu0faqih.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abu0faqih.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abu0faqih.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abu0faqih.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abu0faqih.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abu0faqih.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abu0faqih.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abu0faqih.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abu0faqih.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abu0faqih.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abu0faqih.wordpress.com&amp;blog=7475172&amp;post=62&amp;subd=abu0faqih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/24/pengalaman-menarik-dengan-ustadzku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f422cbff907af022618c285a70537c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abu0faqih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal arti &#8220;Thoharoh&#8221;</title>
		<link>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/24/mengenal-arti-thoharoh/</link>
		<comments>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/24/mengenal-arti-thoharoh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 09:21:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu0faqih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Thoharoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abu0faqih.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in Bersuci atau lebih dikenal dengan istilah &#8220;Thoharoh&#8221; adalah suatu hal yang urgen dalam pembahasa fiqih ibadah. Tidak heran jika setiap ulama fiqih memulai bab &#8220;Thoharoh&#8221; di dalam kitab-kitab mereka. Na&#8217;am&#8230; ketika kita belajar di bangku SD, thoharoh adalah mata pelajaran pertama di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abu0faqih.wordpress.com&amp;blog=7475172&amp;post=45&amp;subd=abu0faqih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Bersuci atau lebih dikenal dengan istilah &#8220;Thoharoh&#8221; adalah suatu hal yang urgen dalam pembahasa fiqih ibadah. Tidak heran jika setiap ulama fiqih memulai bab &#8220;Thoharoh&#8221; di dalam kitab-kitab mereka.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Na&#8217;am&#8230; ketika kita belajar di bangku SD, thoharoh adalah mata pelajaran pertama di dalam pelajaran fiqih. </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Sampai saat inipun, kami mendapati bab thoharoh adalah bab pertama di kitab-kitab fiqih, sebagaimana yang kami dapati di kitab &#8220;Umdatul Ahkam&#8221; (waktu membacakan hadits2 di ini di hadapan Ust. Abu Hamdan ana suka ngantuk dan tertidur&#8230; BERAT&#8230;), &#8220;Bulughul Maram&#8221;, &#8220;Al-Umm&#8221;, &#8220;Shahih Fiqih Sunnah&#8221; &#8220;Minhajus Salikin&#8221;, &#8220;dan lain-lain banyak bangetz&#8230;</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Na&#8217;am&#8230; Baarakallahu fiikum&#8230;</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Oleh karena bab &#8220;Thoharoh&#8221; ini sangat urgen. maka kami mengajak antum sekalian untuk membuka lembaran kitab fiqih maupun mu&#8217;jam/Qomus. Na&#8217;am&#8230; kita buka kitab-kitab tersebut untuk mengenal, apa itu arti dan makna kata &#8220;Thaharah&#8221; (bersuci-pent)</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Na&#8217;am kita tengok penjelasan Ulama&#8217; mengenai makna thoharoh secara bahasa maupun istilah syar&#8217;ie.<span id="more-45"></span></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><em><strong>Thoharoh,</strong></em> secara</span></p>
<p><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Bahasa</span></strong></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Berikut penjelasan para ulama&#8217; dalam menjelaskan arti &#8220;thoharoh&#8221; secara bahasa:</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">- </span> النزاهة عن الأقذار = suci dari segala kotoran (Al-Mughni oleh Ibnu Qudamah)</p>
<p>- النظافة والنزاهة عن الأدناس = bersih dan suci dari segala kotoran (majmu&#8217; syarah muhaddzab oleh Imam An-Nawawi)</p>
<p>- النظافة حسية أو معنوية = suci secara hissi (dzahir) maupun ma&#8217;nawi (bathin) &#8211; (penjelasan Al-Manawi dalam kitab At-Tuqif  &#8216;ala muhimmat at-ta&#8217;arif).</p>
<p>Dari beberapa pengertian di atas, kita bisa simpulkan bahwa arti thoharoh secara bahasa adalah: <em><strong>bersih dan suci/terbebas dari kotoran.</strong></em></p>
<p><strong>secara Istilah Syar&#8217;ie:</strong></p>
<p>- Menghilangkan segala sesuatu yang menghalangi didirikannya shalat berupa hadats dan najis, baik menghilangkannya dengan air ataupun penggantinya berupa at-thurab [permukaan bumi-pent]. (Al-Mughni oleh Ibnu Qudamah)</p>
<p>- menghilangkan hadats atau membersihkan najis (Majmu&#8217; Syarah Muhaddzab oleh Imam An-Nawawi)</p>
<p>Dari 2 pengertian di atas, kami dapati penjelasan Imam Ibnu Qudamah adalah yang paling bagus.</p>
<p><strong><em>Hadats dan Khobats</em></strong></p>
<p>Na&#8217;am&#8230; Baarakallahu fiikum.</p>
<p>Telah kita ketahui bersama apa itu thoharoh, dari pengertian itu kita ketahui bahwa yang harus dibersihkan adalah hadats dan khobats. Apa perbedaan keduanya? berikut penjelasannya:</p>
<p><strong>hadats: </strong>suatu sifat yang menghalangi ditunaikannya beban syariat, seperti menghalangi didirikannya shalat jika belum bersuci.</p>
<p>Hadats dibagi 2:</p>
<ol>
<li>Asghar/kecil: harus disucikan dengan wudlu.</li>
<li>Akbar: harus disucikan dengan mandi besar.</li>
</ol>
<p>Baik wudlu atau mandi besar haru menggunakan air, kecuali jika tidak ditemui air atau ada udzur yang menghalanginya untuk menggunakan air dalam bersuci, maka diganti tayammum dengan at-turob sebagaimana yang telah kita ketahui dari penjelasan thoharoh secara istilah syar&#8217;ie oleh Imam Ibnu Qudamah di atas.</p>
<p><strong>khobats: </strong>Najis dengan berbagai jenisnya, seperti: khomr, air kencing, darah, bangkai, dan sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal">Na&#8217;am&#8230; baarakallahu fiikum. Semoga tulisan sederhana ana ini bisa bermanfaat bagi pembaca maupun menulis, Amin.</p>
<p class="MsoNormal"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]-->Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em><strong>Selesai ditulis oleh:</strong></em></p>
<p class="MsoNormal">Abu Faqih Amirul Mu&#8217;minin bin Umar Al-Kediri<em><br />
</em></p>
<p class="MsoNormal">pada sore hari di studio radio muslim, DI Yogyakarta.</p>
<p class="MsoNormal">jum&#8217;at, 28 Rabi&#8217;ul Tsani 1430 Hijriyah</p>
<p class="MsoNormal"><strong><em>Sumber bacaan (maraji&#8217;):</em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><em>- Al-Mughni oleh Imam Ibnu Qudamah </em></p>
<p class="MsoNormal"><em>- Majmu&#8217; Syarh Muhaddzab oleh Imam An-Nawawi</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>- At-Tauqif  &#8216;ala muhimmati at-ta&#8217;arif oleh Al-Manawi<br />
</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>- Al-Wajiz fi fiqhis sunnah wal kitabil aziz oleh Syaikh DR. Abdul Adzim Badawi<br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abu0faqih.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abu0faqih.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abu0faqih.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abu0faqih.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abu0faqih.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abu0faqih.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abu0faqih.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abu0faqih.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abu0faqih.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abu0faqih.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abu0faqih.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abu0faqih.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abu0faqih.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abu0faqih.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abu0faqih.wordpress.com&amp;blog=7475172&amp;post=45&amp;subd=abu0faqih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abu0faqih.wordpress.com/2009/04/24/mengenal-arti-thoharoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f422cbff907af022618c285a70537c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abu0faqih</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
