Bolehkan wudlu tanpa niat?

Ditulis oleh: Abu Faqih Amirul Mu’minin bin Umar El-Kediri

Bismillah….

Sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama, bahwa syarat sahnya amal ibadah seseorang itu ada 2, yaitu:

  1. Niat ikhlas karena Allah
  2. Ittiba’us Sunnah (mengikuti tuntunan yang dicontohkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam)

Dari sini, para Ulama bersepakat bahwa niat adalah syarat sahnya suatu amal ibadah secara umum.

Akan tetapi hal tersebut tidak berlaku dalam wudlu, ya… itu adalah pendapat sebagian ulama, sebagaimana yang telah kami tulis di artikel masalah wudlu bagian pertama, bahwa wudlu itu adalah membasuh anggota badan tertentu dengan cara yang ditentukan dan disertai niat (menurut sebagian ulama)

Ya… dari situ kita ketahui bahwa sebagian ulama yang lain tidak sependapat bahwa wudlu harus diawali dari niat.

Siapa saja ulama yang berbeda pendapat?

Diantara Ulama yang mensyaratkan niat dalam wudlu adalah: Imam Asy-Syafi’ie, Imam Malik, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Abu Tsaur dan Abu Dawud.

Sedangkan Ulama yang berpendapat bahwa niat bukan syarat sahnya wudlu adalah: Imam Abu Hanifah dan Imam Ats-Tsauri.

Apa sebab perselisihan di antara mereka?

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Rusyd dalam kitabnya “Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtasid” bahwa penyebab ikhtilaf diantara ulama adalah: Read the rest of this entry »

Advertisements

WUDLU (bagian pertama)

Ditulis oleh: Abu Faqih Amirul Mu’minin bin Umar Al-Kepunji El-Kediri

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in

Telah kami jelaskan pada tulisan kami mengenai thoharoh. Dan kita ketahui bahwa thoharoh ada 2, yaitu: thoharoh dari hadats dan thoharoh dari khobats.

Thoharoh (bersuci) dari hadats ada 3 bentuk: Wudlu, mandi besar, atau teyamum. Dan telah kami jelaskan bahwa tayamum bisa dilaksanakn jika tidak ada air untuk wudlu maupun mandi besar, atau adanya udzur/mani’(penghalang) yang membuat seseorang tidak bisa menggunakan air, seperti sakit dan sebagainya.

Pada bagian ini akan kami bahas masalah wudlu. Permasalahan terdiri dari definisi wudlu, dalil akan wajibnya wudlu, siapa yang diwajibkan untuk wudlu, gerakan-gerakan dalam wudlu, hingga pembatal wudlu. Adapun ditulisan pertama ini baru kami mulai dari definisi wudlu, dalil-dalil akan kewajiban wudlu, serta siapa yang diwajibkan wudlu.

Kitab “Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtasid” karya Imam Ibnu Rusyd adalah rujukan utama kami dalam membahas masalah wudlu, walaupun demikian kami juga mencari rujukan tambahan seperti Al-Mughni karya Imam Ibnu Qudamah dan Majmu’ Syarh Muhaddzab oleh Imam An-Nawawi serta yang lainnya.

Na’am, baarakallah fiikum, mari kita mulai pembahasan seputar wudlu ini.

Definisi Wudlu:

Secara Bahasa: bersih, bagus dan baik (Majmu’ Syarh Muhaddzab oleh Imam An-Nawawi)

Secara Istilah: membasuh bagian-bagian tubuh tertentu, dengan cara yang telah ditentukan, serta diiringi dengan niat[menurut pendapat sebagian ahli fiqih] (Mawahib Al-Jalil oleh Al-Khitab)

Siapa yang diwajibkan wudlu?

Read the rest of this entry »

Mengenal arti “Thoharoh”

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in

Bersuci atau lebih dikenal dengan istilah “Thoharoh” adalah suatu hal yang urgen dalam pembahasa fiqih ibadah. Tidak heran jika setiap ulama fiqih memulai bab “Thoharoh” di dalam kitab-kitab mereka.

Na’am… ketika kita belajar di bangku SD, thoharoh adalah mata pelajaran pertama di dalam pelajaran fiqih.

Sampai saat inipun, kami mendapati bab thoharoh adalah bab pertama di kitab-kitab fiqih, sebagaimana yang kami dapati di kitab “Umdatul Ahkam” (waktu membacakan hadits2 di ini di hadapan Ust. Abu Hamdan ana suka ngantuk dan tertidur… BERAT…), “Bulughul Maram”, “Al-Umm”, “Shahih Fiqih Sunnah” “Minhajus Salikin”, “dan lain-lain banyak bangetz…

Na’am… Baarakallahu fiikum…

Oleh karena bab “Thoharoh” ini sangat urgen. maka kami mengajak antum sekalian untuk membuka lembaran kitab fiqih maupun mu’jam/Qomus. Na’am… kita buka kitab-kitab tersebut untuk mengenal, apa itu arti dan makna kata “Thaharah” (bersuci-pent)

Na’am kita tengok penjelasan Ulama’ mengenai makna thoharoh secara bahasa maupun istilah syar’ie. Read the rest of this entry »